Noktah Dunia

kutarik gumpalan awan gelap
perlahan kuletakkan pada beberapa ruang
dengan harapan mampu mengaburkan yang telah berderak
pun meniadakan malam-malam bajingan

ada bernama matahari dan ia tak menyadarinya
betapa usahanya yang baik dibalas syukur ataupun cibir
sejatinya telah lebih dari cukup

tapi dunia
telah memenjarakan banyak boneka dalam keserakahan
mengaku Tuhan dan melecehkan tuhan lainnya
benar, adil seakan hanya milik mereka yang tertulis di kitab suci

dan ada yang enggan kembali seperti sedia kala
sesuatu hilang
entah tinta ataupun bahasa
atau barangkali seekor anak anjing yang tersesat

tawa ibu-ibu di warung seberang terdengar kian memudar
jadi dengung yang berlomba dengan suara sepeda motor
menyisakan hening yang kuhirup penuh luka

adakah waktu pernah mengalami
hingga kemudian mampu menafsirkan semua ini?

Comments