Melalui StartUp Talk Vol. 2, KULIR Sharing dari Awal Rintis Sampai Kasus Penipuan

Idris memberi kata sambutan (Dok. Komunitas StartUp Banjarmasin)
Sebuah ruangan di gedung UNISKA lantai 3 pada hari Sabtu (11/2) yang terbatas hanya untuk 100 orang telah disiapkan untuk StartUp Talk Vol. 2 dengan pembicara utama Ramdi Murdana, founder KULIR. Acara start-up yang dibuka oleh Wahyu tersebut, dihadiri juga oleh Yudi selaku founder POPOK dan diawali dengan beberapa kata sambutan dari Idris Wiranata selaku founder Be Clean dan anggota Komunitas StartUp Banjarmasin.

Gusti yang mewakili tim akademik UNISKA juga dipersilakan memberikan kata sambutan. "Terima kasih kami ucapkan kepada Komunitas Startup Banjarmasin. Kegiatan ini memenuhi kebutuhan mindset para mahasiswa yang kini telah dididik agar tidak hanya mencari pekerjaan, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja", jelasnya.

Setelah sambutan, Ramdi segera mengambil alih jalannya acara. Pria asli Barabai ini memperlihatkan video berupa introduction of KULIR beserta layanan-layanannya. Tak lupa, ia juga berbagi cara menggunakan aplikasi KULIR yang tersedia di Play Store dan telah diunduh sebanyak kurang lebih 5000 kali ini.

Ramdi menjawab pertanyaan (Dok. Komunitas StartUp Banjarmasin)
Kemudian, pria lulusan Fakultas Ekonomi UNLAM ini melanjutkan dengan membuka slide presentationnya dan mulai membahas pengertian akan start-up, anatomi bisnisnya, faktor penentu kesuksesan start-up, sampai tips dan kendala berdasarkan pengalaman yang Ramdi alami selama mengembangkan KULIR. Sayangnya, dikarenakan keterbatasan waktu, ada beberapa slide penting yang harus ia lewatkan untuk memenuhi sesi terakhir, yaitu sesi tanya jawab.

Sesi tanya jawab ini diisi dengan beberapa pertanyaan kritis dan saran terkait sharing pada sesi yang dibawakan oleh Ramdi sebelumnya. Mulai dari soal kasus penipuan, teknis produk KULIR, strategi untuk menghadapi kompetitor dari luar kota, hingga penyesuaian kontrak bagi para kurir KULIR. Khusus untuk sesi ini, Ramdi telah menyiapkan kaos kuning KULIR bagi dua peserta dengan pertanyaan terbaik.

Program rutin sebulan sekali ini diselenggarakan oleh Komunitas Startup Banjarmasin yang terdiri dari para penggiat digital startup dengan anggota sebanyak 98 orang.

REVIEW

Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, saya ucapkan terima kasih. Saya sangat menghargai usaha Komunitas Startup Banjarmasin dan oleh karena itu, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan dalam proses persiapan event selanjutnya agar lebih baik lagi.

Pertama adalah soal waktu. Acara tentu tidak dapat dimulai tanpa adanya peserta. Namun, meminta pembicara untuk menyingkat bahan materi merupakan hal yang patut dihindari mengingat ini akan menjadi event bulanan. Manfaat dari informasi yang diberikan akan menjadi kurang maksimal dan menurunkan minat peserta untuk datang ke acara selanjutnya. Maka, perlu disepakati berapa lama kira-kira waktu yang diperlukan dari jadwal seharusnya dengan waktu memulai acara.

Kedua, kemampuan public speaking. Saya tidak meminta kesempurnaan cinta, hanya informasi yang jelas dan lugas. Terkadang pembicara harus tahu apa yang mereka katakan, tahu apa yang mereka jual bahkan di waktu yang singkat. Bukan sekadar menjual produk mereka tapi juga topik event itu sendiri. Sebagai masukan untuk pembicara event kali ini, saya pikir ada baiknya belajar untuk memilah point-point penting yang perlu disampaikan.

Ketiga, tidak adanya konfirmasi atau semacam notifikasi setelah pengisian formulir pendaftaran. Sangat disayangkan pihak penyelenggara kurang mengeksekusinya dengan baik mengingat pendaftaran sudah menggunakan Google Form.

Selebihnya, event ini cukup bermanfaat mengingat ada beberapa point yang bisa saya ambil dari materi Mas Ramdi.

Comments

  1. Tengkyu utk feedbacknya. Next event akan kami siapkan form buat peserta ntuk mengisi feedback. Semoga bisa ikut lagi di StartUp Talk Vol.03

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, ditunggu kabarnya ya mas Wahyu. Terima kasih

      Delete
  2. Replies
    1. Haha iya semoga program ini terus membaik kedepannya ya mas Ramdi

      Delete
  3. Saya juga mbak...tidak meminta kesempurnaan cinta :P ha ha ha....kalau ada siapa yang nolak yak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, mak Dewi haha kalo urusan itu mah saya juga gk bisa nolak

      Delete

Post a Comment